Cuma sebuah celotehan yang mewarnai garis kehidupan

Rabu, 10 April 2013

Sang Batu (6)

Dan sang batu pun benar-benar merasa bukan bagian dari rumah yang ditempatinya saat ini..
Mereka, yang telah lama menjadi bagian rumah ini, ketika berdialog dengan sang batu menggunakan sebutan "kami", bukan "kita"..
Mereka, yang telah menempati masing-masing bagian dari rumah ini, menyebut sang batu sebagai "tamu"..
Selain kesabaran dan keteguhan hati, apalagi "harta" yang dimiliki oleh sang batu untuk tetap bertahan dalam rumah ini?
Sang batu pun sadar, dia bukan siapa-siapa, tidak bisa dibandingkan dengan para penghuni rumah ini..
Sang batu pun sadar, dia tidak berarti apa-apa bagi para penghuni rumah ini..
Sang batu pun sadar, dia hanyalah sebuah batu hitam legam, yang begitu keras, yang berada di bagian terluar dari rumah ini..
Sang batu pun senantiasa berusaha untuk bersyukur, bersyukur meski dia bukan siapa-siapa dan tidak berarti apa-apa, dan bahkan tidak ada yang melihatnya..namun setidaknya dia masih dapat melihat dari kejauhan rumah ini..rumah yang cukup familiar namun ternyata masih tetap saja asing baginya..
Dan sekali lagi, "harta" yang saat ini ia ingin jaga adalah kesabaran dan keteguhan hati..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar