Cuma sebuah celotehan yang mewarnai garis kehidupan

Selasa, 16 April 2013

Celotehnya

Erl : "Sepertinya aku mulai kwatir, kenapa tidak kunjung datang ya?"
Herzy: "Bukannya kekwatiranmu itu sudah dari dulu ya?"
Erl: "Iya, tapi semakin waktu berjalan, aku semakin kwatir"
Herzy: "Salahmu sendiri kau selalu menolaknya, sudah berapa banyak coba?"
Erl: "Hey, kenapa kau sinis seperti itu? Aku menolak bukan sekedar iseng atau tanpa alasan yang jelas kan. Lagipula, kau sendiri tau, aku tidak hanya menolak tapi juga ditolak"
Herzy: "Ya, dan ketika seharusnya kau tidak tau kalau ditolak, malah kau tau semua itu. Tidak enak kan rasanya. Memang apa alasanmu selama ini menolak?"
Erl: "karena Robku belum memberikan kemantapan hati itu"
Herzy: "Kau sebenarnya mencari yang seperti apa? Yang kaya? Yang pintar? Yang sabar? Atau yang sempurna?"
Erl: "Kriteria macam apa itu? Aku tidak mengharuskan dia kaya, karena aku ingin bisa belajar mencari nafkah sedikit demi sedikit dengannya, agar kami tidak terlena dengan gemerlapnya harta. Aku tidak mencari yang luar biasa pintar, karena aku sadar bahwa aku pun masih tidak tahu apa-apa, justru aku berharap kami bisa banyak belajar bersama. Aku tidak mencari yang terlampau sabar, karena ketika kelak aku salah langkah, aku butuh seseorang yang dengan tegas mengingatkan. Dan aku tahu bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna, maka aku berharap akan bisa menerimanya dengan segala kekurangannya"
Herzy: "Lalu kau mencari yang seperti apa? Yang miskin, bodoh dan banyak kekurangan?"
Erl: "Aku mencari yang terbaik yang dipilihkan-Nya untukku, yang berani menanggungku, yang dengan memilihnya maka Robku akan memberikan ketenangan padaku"

"Tidak akan bergeser waktunya dan tidak pula berganti orangnya"
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar