Cuma sebuah celotehan yang mewarnai garis kehidupan

Minggu, 11 Desember 2011

"Sebuah Batu" (4)

Hei, sang batu sekarang sudah benar-benar merasa berada di dalam 'rumah' itu, meski hanya berada di halaman depan. Dia mulai bisa melihat apa saja yang berada di halaman rumah itu. Sedikit terkejut, ternyata yang ada di rumah itu berbeda dengan yang ada di rumah lamanya. Isi rumahnya berbeda, dia merasa asing dan sedikit terheran dengan perbedaan itu, kadang menimbulkan rasa yang sedikit tidak nyaman. Sang batu berpikir, apa mungkin karena dia baru melihat salah satu sisi dari rumah itu, mungkin di sisi yang lain ada hal yang lebih baik dan membuatnya lebih nyaman. Sang batu tetap berusaha tenang dan bersabar, sambil mencari-cari apa yang bisa dia lakukan agar bisa menjadi bagian yang berguna bagi 'rumah' itu. Ketika memang tidak ada yang menempatkannya di suatu tempat yang memang dia diperlukan, berarti dia sendirilah yang harus mencari tempat dimana dia bisa dipergunakan dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar