Cuma sebuah celotehan yang mewarnai garis kehidupan
Rabu, 07 September 2011
think difference
Saya teringat ketika sedang mengikuti pelatihan bagi dosen di lingkup UB, saat sang pemateri menanyakan "kalian suka dosen yang seperti apa", karena saya duduk di bagian paling depan maka saya disuruh menjawab. Saya tipe orang yang tidak suka dengan jawaban yang normatif. Akhirnya saya jawab "kaya", huaaa..langsung ekspresi pemateri dan teman-teman pelatihan berubah, bahkan ada yang nyeletuk "matre berarti"..nah lho, saya kan emang asal jawab, tapi yang pasti saya gak ingin jawaban yang normatif & tujuan saya berhasil. Setidaknya jawaban itu sangat berkesan sampai ada yang mengomentari, dibandingkan dengan jawaban-jawaban normatif lain yang hanya berlalu begitu saja.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar