Cuma sebuah celotehan yang mewarnai garis kehidupan
Jumat, 02 September 2011
"Sebuah BATU"(3)
Eh..tiba-tiba, setelah sekian lama sang Batu menunggu. Akhirnya ada seseorang yang tiba-tiba dengan sekenanya mengambilnya dan kemudian menaruhnya di depan sebuah rumah. Sang Batu melihat sebuah rumah asing berada di depannya. Lebih tepatnya, saat ini sang Batu berada di depan pagar dari rumah tersebut. Ia hanya bisa melihat dari luar, sesekali ketika pintu pagar dibuka Ia bisa melihat apa yang terjadi di dalam rumah tersebut, namun selebihnya Ia tidak tahu apapun yang terjadi di dalam rumah tersebut. Timbul sebuah kerinduan yang begitu mendalam setiap kali Ia melihat pintu rumah itu terbuka, rindu untuk menjadi bagian darinya. Ia merasa iri melihat semua hal yang bisa berada di dalam rumah itu. Namun Ia tetap bersyukur karena sekarang Ia sudah semakin dekat, meskipun masih di luar pagar tapi Ia tidak pernah menyerah untuk berharap bahwa suatu saat Ia akan berada di dalam rumah tersebut, setidaknya berada di halaman rumah tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar